Senin, 12 September 2011

Tamasya Bahasa


Eh, ada cerita menarik di buku "Bahasa! Kumpulan Tulisan di Majalah Tempo". Berikut ini kutipannya :

....
Tamasya semacam itu semakin menyenangkan jika yang kita baca adalah kata yang masih dekat dengan bahasa sumbernya. Tidak terkira banyaknya bengkel mobil di sepanjang jalan; tentunya mereka yang bertugas menulis di papan atau kain tidak pernah, dan juga tidak begitu perlu, memikirkan asal-usul kata yang dicoretkannya. Ada berapa "versi" untuk shockbreaker yang pernah Anda lihat? Beberapa bengkel menyadari pentingnya ejaan, dan karena sadar pentingnya menggunakan bahasa sendiri menulis minyak pelumas untuk oil. Tetapi giliran si penulis mengandalkan pendengarannya, muncullah olie, oli, olye, dan entah apa lagi. Dalam kasus ini, dan beberapa kasus lain, bahasa sumber yang berbeda (Inggris, Belanda) juga menyumbangkan "kekayaan" ejaan. Dan untuk service, kata yang mahapenting dalam kegiatan perbengkelan, diciptakan kata cervice, servis, servies, serpis di samping pemeliharaan. Dibanding bidang lain, perbengkelan mobil menyajikan permainan ejaan yang meungkin paling inspiratif (sic!).
.....

Barangkali bisa menjadi sumber inspirasi :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar